Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi , Masjid Unik dalam Perut Bumi di Tuban

Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi , Masjid Unik dalam Perut Bumi di Tuban. -- Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi terletak di Dusun Wire, Desa Gedungombo, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur, sekitar 3 km ke arah timur dari Alun-alun Kota Tuban.  Sesuai dengan namanya “perut bumi”, masjid ini memang berada di dalam perut bumi, tepatnya dalam sebuah gua dengan kedalaman 5 meter di bawah permukaan tanah.

Para penambang menggunakan  lahan dengan tanah merah ini untuk menambang batu kumbung dan menggalinya hingga kedalaman 5 meter. Setelah lama tidak digunakan, masyarakat Tuban menggunakan lahan ini sebagai tempat pembuangan sampah. Ternyata di lahan itu ada sebuah gua alami.

Gua alami inilah yang ditemukan oleh K.H. Shubhan Al Mubarok, pemimpin Pondok Pesantren Syekh Maulana Maghrobi atau Ponpes Perut Bumi, pada tahun 1997 setelah membeli lahan tersebut.  Pada periode tahun 1998-1999, beliau mengajak masyarakat sekitar bergotong-royong membersihkan lahan. Selanjutnya beliau merancang dan membangun masjid di dalamnya sejak tahun 2002.

Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi tampak depan dengan papan nama yang besar yang mudah dikenali

Meski dari luar tidak tampak begitu luas namun luas tanah masjid secara keseluruhan ada 3 hektar dengan 7 tingkatan di dalamnya. Rencananya pembangunan akan terus berlanjut hingga tahun 2027 karena  gua ini juga akan dijadikan Islamic center. Karena K.H. Shubhan Al Mubarok telah meninggal karena sakit, pengelolaan dan pembangunan masjid ini dilanjutkan oleh istrinya, Nyai Siti Fatimah,beserta anak-anaknya.

Masjid Aschabul Kahfi mudah ditemukan di mana pada bagian luar terdapat papan nama masjid yang cukup besar dan menara setinggi pohon kelapa yang dikelilingi tanaman rimbun dan hiasan berwarna terang. Di gerbang depan masjid, Anda dapat melihat gapura dengan ukiran huruf Arab dan Jawa Kuno.

Kubah masjid ini juga cukup unik karena terletak sejajar dengan tanah. Kubah itu berbentuk melingkar dengan tulisan kaligrafi ayat Al-quran di setiap sisinya. Di sekeliling kubah merupakan area bersantai untuk pengunjung.

Dari pintu masuk pos penjagaan, pengunjung menuruni anak tangga menuju ke bangunan utama masjid. Struktur jalan di gua berlekuk-lekuk dan naik-turun. Tangga marmer akan sering ditemui sebagai jalan penghubung antar ruangan. Lantai ruangan juga terbuat dari marmer. Dinding gua berhiaskan ukiran tulisan kaligrafi.

Hiasan alami banyak ditemukan dari pintu masuk hingga menuju ke pintu keluar. Saat masuk ke ruangan utama, tampak banyak stalaktit dan stalagmit sebagai hiasan alami dalam masjid.  Stalaktit menggantung di langit-langit masjid bersama dengan pilar masjid yang terbuat dari marmer dan onyx.  Bebatuan karang yang menambah nuansa alami banyak ditemukan karena lokasi gua yang berdekatan dengan pantai utara Jawa.  Selain hiasan alami dan hiasan batu marmer dan onyx, Anda juga akan terpukau dengan ukiran, replika candi dan ka’bah serta ikon berbagai negara seperti bola dunia.

Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi bagian dalam dengan tiang marmer dan onyx

Sekat-sekat pada gua membaginya menjadi beberapa ruangan, antara lain ruang istighosah, ruang pertemuan, ruang kuliah subuh, dan lorong-lorong mengaji para santri pondok pesantren. Ada beberapa ruangan khusus seperti, ruangan petilasan Singojoyo digunakan untuk berdoa bersama, ruangan petilasan Mbah Ajeng Sendang Coyo, petilasan Syekh Maulana Al Maghribi.

Masjid Aschabul Kahfi menawarkan keheningan dalam suasana cahaya yang temaram dan kesejukan udara di tengah penampakan unik gua bawah tanah. Sumber cahaya utama hanya dari ornamen lampu yang tertata rapi dan indah. Anda dapat beribadah dengan tenang dan nyaman sambil mengagumi kebesaran Tuhan.

Masjid Aschabul Kahfi menjadi tujuan wisata religi di Tuban, Jawa Timur. Meskipun bukan satu-satunya masjid yang terletak di bawah tanah namun keunikannya layak untuk disaksikan.

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Artikel terkait
Tentang Penulis