Menikmati Suasana Malam Di Jalan Malioboro

Menikmati Suasana Malam Di Jalan Malioboro - Yogyakarta adalah Jalan Malioboro sebagai nama jalan yang menjadi ikon kota Yogyakarta. Malioboro terletak di pusat kota yang merupakan ikon sekaligus kawasan bisnis tersibuk di daerah tersebut. 

Jalan ini hidup 24 jam sehari dan membentang sejauh 1 km dari Utara ke Selatan dengan arsitektur era kolonial Belanda yang bersejarah, arsitektur bangunan modern baru yang bercampur dengan distrik komersial Cina dan kontemporer. 

Cara terbaik untuk menjelajahi jalanan adalah dengan berjalan kaki, hanya dengan berjalan kaki dari Stasiun Tugu (Stasiun Kereta Tugu) hingga ujung selatan sebuah persimpangan, yang dikenal sebagai Kilometer Nol.

Apa yang Dapat Dilakukan di Malioboro

Apa yang Dapat Dilakukan di Malioboro

Perbelanjaan

Malioboro banyak memiliki berbagai macam tujuan untuk belanja dan Anda akan menemukan pasar tradisional hingga mall. Dengan Paket Tour Jogja anda bisa merasakan beberapa pengalaman yang tak bisa anda lupakan di sepanjang jalan tersebut, Mulai dari tas, kemeja, dan barang souvenir lainnya, semuanya ada disini! Harga item dari aula toko kecil dan pedagang kaki lima tidak jauh berbeda.  

Menyusuri jalan Malioboro ibarat memasuki pasar kerajinan besar tempat penjual kerajinan menjual hasil kerajinan tangan kepada pengunjung.

Paket Tour Jogja juga memberikan penawaran yang menari dengan harga dari kerajinan dan batik dapat membelinya dengan separuh harga juga seringkali bisa seperempatnya dari harga asli yang diminta. Musim liburan selama bulan Juni - Agustus merupakan waktu tersibuk di jalan Malioboro dan bisa sangat ramai dikunjungi oleh Tour mancanegara maupun pengunjung dari seluruh Indonesia.

Pasar Beringharjo menjadi bagian dari Malioboro yang patut untuk dikunjungi. Anda akan menemukan banyak kios yang berjejer yang menjual apa pun yang dapat Anda pikirkan mulai dari pakaian hingga tas hingga produk rotan dan perhiasan perak, makanan, dan apa pun yang menurut Anda dapat ditemukan di Indonesia. 

Sungguh cara terbaik untuk mengakhiri perjalanan Anda di Yogya dengan mendapatkan oleh-oleh murah yang bagus di Malioboro, salah satu tempat terbaik untuk dikunjungi di Yogyakarta, Indonesia!

Kuliner Lokal Di Malioboro

Ketika Anda lapar saat berada di Jalan Malioboro, ada banyak restoran dan tempat makan dan minum. Parade jajanan kaki lima juga bisa ditemui di sepanjang jalan. Ada banyak penjaja makanan yang tersedia di malam hari mulai pukul 22.00-4.00. Anda akan menemukan makanan khas jogja misalnya gudeg, steak, saus bawang, teh, kopi, dan jus. Anda dapat memilih makanan apa pun yang Anda suka dari Vendor Lesehan, menaruhnya di piring, lalu duduk di jalan setapak dan nikmatilah!

Accomodation 

Jika Anda merekomendasikan bermalam atau bermalam di Jalan Malioboro, ada banyak tempat untuk menginap. Ada dua jalan raya utama di ujung utara Jalan Malioboro; Passar Kembang dan Sosrowijayan, yang buka 24 jam sehari untuk hotel dan penginapan.

Sangat mudah untuk mencapai Pasar Kembang dan Sosrowijayan karena Anda bisa berjalan ke arah utara hingga dekat Stasiun Kereta Tugu. Hotel dan motel adalah tempat menginap yang paling strategis karena terletak di posisi sentral dan Anda dapat pergi ke mana saja dari titik ini dan ada banyak pilihan transportasi yang tersedia.

Di Jalan Malioboro Bebas Berkendara

Jangan heran jika Anda ke Malioboro di Yogyakarta dan tidak melihat ojek. Pemerintah setempat sebenarnya sedang melaksanakan eksperimen bebas kendaraan dan berencana menjadikannya permanen.

Tujuan kebijakan ini adalah menjadikan yoga sebagai subjek dari poros filosofis yoga sebagai warisan budaya dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Sumbu Filsafat merupakan garis garis imajiner yang menghubungkan Samudera Indonesia dengan Gunung Merapi dan melintasi tempat-tempat penting seperti Kraton Yogyakarta dan Jalan Malioboro.

Jika kebijakan ini diterapkan sepenuhnya, Malioboro akan serupa dengan sejumlah kota di berbagai negara. Venesia, Italia, Pulau Mackinac, Michigan, Pulau Baldhead, Carolina Utara, Sarmat, Swiss, Kota Tua Dubrovnik, Croatia, Guy Thorn, Belanda, Ghent, Belgia, hingga Fess.

Meski tidak ada mobil di Malioboro, namun masih ada pengecualian terhadap kebijakan ini yang memperbolehkan kendaraan tertentu seperti bus Trans Jogja, polisi, dinas kesehatan, mobil pemadam kebakaran dan patroli untuk bepergian. Sepeda masih bisa lewat tapi dilarang parkir.

Uji coba motorless tersebut akan berlangsung pada 3-15 November dan akan berlaku setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Di luar jam tersebut, kendaraan dapat melakukan perjalanan untuk membantu sektor ekonomi, seperti pertokoan yang pada dasarnya perlu memuat barang.

Sedangkan jalan di luar kota Malioboro, yaitu Jalan Suryotomo, Jalan Mataram, Jalan Abubakar Ali, Jalan Pasar Kembang dan Jalan Letjen Suprapto, kini dibangun satu arah selama 24 jam.

Sejarah Jalan Malioboro

Kata Malioboro juga kemungkinan berasal dari kata 'Marlborough', nama Duke Inggris yang tinggal di sana pada tahun 1811-1816. Dalam bahasa Sansekerta, kata 'Malioboro' berarti karangan bunga atau karangan bunga. Malioboro memenangkan bunga dalam kaitannya dengan makanan saat istana merayakan acara besar. 

Selama masa kolonial, Malioboro menjadi pusat pemerintah Belanda dengan pembangunan Fort Vredeburg (1790) di ujung selatan Jalan Malioboro, dekat dengan pasar tradisional yang ada, diikuti oleh Klub Belanda (1822), Kediaman Gubernur Belanda (1830), Bank Jawa dan Kantor Pos

Jalan Malioboro juga berperan penting pada masa kemerdekaan (pasca-1945), dimana bangsa Indonesia berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya dalam pertempuran-pertempuran yang berlangsung dari utara-selatan di sepanjang jalan tersebut. 

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Tentang Penulis

Seorang penulis yang terus belajar untuk menjadi lebih baik lagi agar bisa menulis dengan berbagai macam topik